Tampilkan postingan dengan label perkembangan sistem operasi open source. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkembangan sistem operasi open source. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Februari 2019

perkembangan sistem operasi open source

Operating System (OS) atau Sistem Operasi adalah sekumpulan perintah dasar yang berperan untuk menjalankan dan mengoperasikan komputer. Sekarang ini banyak sekali macam sistem operasi di pasaran baik yang asli maupun bajakan. Beberapa sistem operasiyang biasa dijumpai di pasaran seperti Windows, Unix dan Linux. Dari sekian banyak sistem operasiyang beredar, sistem operasi milik perusahaan Microsoft yang paling populer untuk para pengguna PC notebook, bahkan ponsel dan PDA sekalipun dengan sistem operasi berbasis mobilenya. Namun, sistem operasi yang dapat digunakan secara bebas alias Open Source adalah Linux.
Perkembangan sistem operasi berawal dari Altair yaitu perangkat komputer pertama pada tahun 1975 yang menggunakan sistem operasi CP/M kemudian oleh perusahaan Microsoft dirilis menjadi MS-DOS dan berkembang dari MS-DOS versi 1.0 ( 1981) sampai MS-DOS versi 5.0 (1991) . Sampai sekarang ini Microsoft telah mengeluarkan beberapa sistem operasi mulai dari Ms-Windows, Windows 97, Windows 98, Windows98Me, Windows 2000, Windows ME, Windows XP, Windows Vista dan yang terbaru ini  adalah Windows 8.
Sebuah sistem operasi mobile, juga dikenal sebagai mobile OS, mobile platform, atau handheld, adalah sistem operasi yang mengontrol perangkat mobile. Secara prinsipnya sama seperti sistem operasi pada Windows, Mac OS, atau Linux yang mengendalikan komputer desktop atau laptop. Namun, sistem operasi ini agak sederhana, dan lebih fokus menangani bagian nirkabel, mobile multimedia, dan metode input yang berbeda. Contoh umum perangkat yang menjalankan sistem operasi mobile adalah Personal Digital Assistant (PDA), dan apa yang kadang-kadang disebut sebagai Smart Phone.
Sistem operasi yang dapat ditemukan pada smartphone diantaranya: Nokia Symbian, Google Android, Apple IOS, RIM BlackBerry OS, Microsoft Windows Mobile, Linux Mobile, WebOS HP, Bada Samsung, Nokia Maemo dan MeeGo dan masih banyak lagi. Android, Bada, WebOS dan Maemo dibuat di atas salah satu sistem operasi Open Source Linux. Apple IOS dan NEXTSTEP OS berasal dari Berkeley Software Distribution (BSD) yang semuanya terkait dengan System Unix.
1. Linux
Kelebihan :
-Sistem yang Open Source.
-Freeware yaitu software yang bersifat free tanpa ada tuntutan dari hak cipta.
-Minimal hardware yaitu tidak begitu membutuhkan kapasitas hardware maupun biaya yang terlalu besar.
-Stabilitas yaitu stabil digunakan sebagai apa saja, baik Server maupun Client.
-Shared Libraries tidak merusak sistem lainnya jika di install dengan versi yang lainnya. Sistem yang digunakan dapat berjalan seperti biasanya.
-Kebal virus tidak terserang virus apapun seperti yang terjadi pada Windows.

Kekurangan :
-Sistem operasi yang digunakan sama sekali berbeda dengan Windows sehingga perlu waktu dan tenaga untuk belajar menggunakannya.
-Penggunaan WYSYWYG (What You See is What You Get) belum bisa secara menyeluruh, sehingga diperlikan trik tersendiri untuk menggunakannya.
-Sulit bagi pengguna awam untuk beradaptasi.
-Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux.
-Proses instalasi software di Linux akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak, maka  harus men-download satu per satu package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.
2. Unix
Kelebihan :
-Sistem file stabil untuk database, server Internet, Intranet, file-server, Internet-client pengembangan Java.
-Stabilitas yang terkenal dan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan Windows NT.
-Telah tersedia sistem operasi Unix versi “hampir” gratis.
Kekurangan :
-Perintah pengoperasian yang relatif panjang.
-Harga sistem operasi komersial yang mahal.
-Sistem Unix komersial mulai terdesak oleh kecepatan inovasi Linux.
-Penawaran sistem operasi Unix versi “hampir” gratis tak sebaik sistem operasi Unix komersial.
-Driver hardware yang kurang menyenangkan pada versi “hampir” gratisnya.
-Sedikit software untuk perkantoran.
3. Mac OS (Macintosh Operating System)
a) Mac OS Klasik
Tidak memiliki sembarang Command Line (Baris perintah), menggunakan User Interface (UI) sepenuhnya dan menggunakan Cooperative Multitasking.

Kelebihan Mac OS :
–         Stabil, karena menggunakan UNIX.
–        Multitasking.
–        Tampilan yang lebih glossy sehingga bagus untuk desain grafik atau multimedia.
–        Aman dari Malware.
b) Mac OS X
MAC OS X memasukkan unsur-unsur BSD Unix, One Step, dan MAC OS X memiliki memori ala-Unix dan Pre-Emptive Multitasking yang dikelola dan dipasarkan oleh Apple Inc
MAC OS X adalah garis komputer Sistem Operasi yang dikembangkan dan dipasarkan oleh Apple Inc yang dibangun di atas XNU kernel dengan fasilitas standar Unix tersedia dari antarmuka baris perintah, MAC OS X adalah penerus dari MAC OS (Klasik).
Beberapa fitur :
-iTunes adalah perangkat lunak yang menyelaraskan isi dari iPod, iPhone dan Apple TV.
-Dock + Finder yang menyediakan cepat dan satu klik akses ke aplikasi yang sering digunakan, folder dan file.
-Paparan langsung memandang semua jendela yang terbuka dalam gaya yang menakjubkan dengan keystroke tunggal.
-Safari ada dalam web browser yang dibangun dari OS ini.
-Spotlight adalah fitur pencarian yang dapat digunakan untuk pencarian file, email, kontak, gambar, acara kalender, dan aplikasi.
-Photo Booth untuk mengambil foto menyenangkan dan snapshot dari klip video.

Kelebihan Mac OS X :
-Koleksi game yang tersedia sangat banyak dengan kualitas hampir mendekati konsol game yang sesungguhnya serta ditunjang kualitas grafis yang diatas standar level.
-Sistem operasi stabil dan mudah digunakan bagi orang awam sekalipun.
-Browser Safari yang dimiliki sistem operasi ini juga merupakan yang terbaik sekarang. responsif dan intuitif, browser web terbaik saat ini.
-Pemutar musik sangat bagus dari segi antarmuka maupun kualitas suara.
-Adanya toko aplikasi online App Store yang menyediakan ribuan aplikasi dan game yang siap didownlod secara langsung.

Kekurangan Mac OS X :
-Tidak multitasking.
-Sistem operasi sangat tertutup dan tidak bisa dipersonalisasi.
-Proses sertifikasi untuk aplikasi baru sangat ketat.
-Aplikasi dan game hanya bisa didownload dari App Store.
-Bluetooth tidak bisa untuk proses pengiriman file.
-Entry teks kurang nyaman.
-Sehingga dapat dibilang sistem operasi ini terlalu protect dalam hal penyediaan aplikasinya dan hanya berpedoman dengan satu penyedia aplikasi.
4. Android OS
Salah satu sistem operasi mobile yang paling banyak digunakan hari ini adalah android. Android Inc didirikan di Palo Alto di California, AS. oleh Andy Rubin, Rich miner, Nick sears and Chris White pada tahun 2003. Kemudian Android Inc diakuisisi oleh Google pada tahun 2005. Setelah rilis pertamanya, Android telah melakukan sejumlah pembaruan (Patching) dalam versi asli Android.

Kelebihan :
-Karena pengembangannya gratis maka aplikasinya pun rata-rata gratis sehingga tidak perlu bayar untuk men-donwnload dan menginstall aplikasi di Android.
-Penghancuran perbatasan. Anda dapat menggabungkan informasi dari Internet ke dalam telepon, seperti informasi kontak atau data pada lokasi geografis untuk mendapatkan kesempatan baru.
-Kesamaan aplikasi. Untuk Android ada perbedaan antara telepon utama aplikasi dan perangkat lunak lain, anda bahkan dapat mengubah program untuk memutar nomor, atau screen saver.
-Cepat dan mudah perkembangan. Dalam SDK memiliki semua yang anda butuhkan untuk membuat dan menjalankan aplikasi Android, termasuk simulator ini instrumen, dan alat debugging maju.
-Pemakaiannya mudah dan tidak ribet (menurut orang yang sudah memakai Ponsel G1 dengan OS Android).
Stabil dan aman, tidak seperti windows yang terkadang lag atau bahkan terkena virus.
-Multitasking yaitu memungkinkan pengguna membuka beberapa aplikasi dalam waktu yang bersamaan tanpa batasan.
-Selalu Update, Android menyediakann fitur auto update yang membutuhkan koneksi internet, seperti layaknya Windows Update.
-Pengoperasian yang mudah. Walaupun kelihatannya simple, namun Android dapat menjalankan banyak aplikasi seperti, streaming, snyc, mail dan lain-lain, dan semua itu bisa dilakukan dengan mudah.
-Open Source. Kata dari Open Source membuat pengguna dapat dengan bebas meng-oprek sofware dari Android (Softmod) yang jika sistemnya rusak, dapat dengan mudah di proses oleh pihak penjual Official. Berbeda dengan OS lain yang tidak akan bertanggung jawab jika ada kerusakan yang terdapat dalam OS dikarenakan kita telah mengubahnya. Juga menimbulkan berbagai komunitas di internet yang membahas cara-cara memodifikasi OS ini. Para developer aplikasi Android OS tidak perlu bayar untuk membuat aplikasi untuk Android. Tidak seperti iPhone atau Windows Mobile yang mengharuskan pada developer membayar untuk membuat aplikasinya.
-Browser. Pada versi terbaru (honeycomb 3.1) browser android telah bisa menampilkan ‘CSS 3′ yang bisa menampilkan sudut ujung web yang kotak 90 derajat menjadi indah. Selain itu Browser ini juga support untuk mamainkan video yang di markup dengan code HTML5 dengan tag pada <object> pada HTML4 menjadi <video>, dan yang paling menarik adalah browser ini bisa menyimpan halaman yang kita inginkan dan memungkinkan kita untuk membuka halaman itu walaupun kita sedang offline (tidak ada koneksi internet). dan tentu saja browser ini bisa memainkan kontent dari Flash.

Kekurangan :
-Bagi orang yang belum pernah memakainya mungkin akan sedikit kebingungan
5. Solaris
Sistem Operasi Solaris adalah sebuah Sistem Operasi yang berdasarkan UNIX system yang diperkenankan oleh Sun Microsystems oada tahun 1992 sebagai pendukung Sun OS. Solaris terkenal karena kestabilannya, khususnya pada sistem SPARC (Scalable Processor Architecture), Solaris disertifikasi dalam Spesifikasi UNIX walaupun pada awal pengembangannya berdasarkan kepemilikan pribadi, dan kebanyakan kode dasarnya sekarang ini merupakan Software OpenSource yang biasa dikenal dengan OpenSolaris. OpenSolaris adalah OpenSource versi Sistem Operasi Sun Solaris, tetapi Sun Solaris terdiri dari lebih beberapa kode yang tidak hanya inti dari Sistem Operasi misalnya : Source untuk Installer, Desktop, Software.
Open Solaris memiliki banyak fitur yang menjadikan OpenSolaris bisa digunakan untuk skala penggunaan yang besar dari penggunaan untuk desktop PC atau Mobile PC.

Konsep Open Solaris  :
1. Free Redistribution : Terdistribusi secara bebas.
2. Source Code : Sumber (Source) harus tersedia untuk semua distribusi.
3. Derived Works : Setiap orang bisa mengubah kode dan mendisrtibusikan kembali.
4. No Discrimination : Kode harus disediakan untuk seseorang untuk dikembangkan.
*Kelebihan Open Solaris :
–  ZFS : System Restore.
–  DTrace L : Dapat mengamati dimana aplikasi banyak menggunakan waktunya dan berapa lama.
–  Manajemen Kegagalan : Mencegah, mendiagnosa dan memperbaiki error.
– Zona : Mengimplementasikan sebuah abstraksi Sistem Operasi yang memungkinkan beberapa aplikasi berjalan secara terisolasi satu dengan lainnya di perangkat keras fisik yang sama.
–  Multimedia.
6. DOS OS
Merupakan cikal bakal dari Microsoft Windows. Ciri khasnya yaitu berupa teks putih dengan latar belakang hitam. Kalau mau mencobanya bisa lewat Start Windows – Run lalu ketik cmd.
Kelebihan :
-Pengoperasiannya mudah.
-Space (ruang yang bebas dalam hardisk) yang dibutuhkan DOS tidak terlelu besar.
-Tidak memerlukan memori yang besar/.
-Kompatibel pada hamper semua jenis software dan hardware.

Kekurangan : 
-Mode operasinya dalam teks.
-Tidak kompatibel pada beberapa program yang beroperasi dalam mode grafis.
7. Free BSD
FreeBSD adalah Sistem Operasi bertipe UNIX bebas yang diturunkan dari UNIX AT&T. FreeBSD berjalan di atas sistem intel x86. FreeBSD sendiri kali pertama muncul pada tahun 1993 oleh David Greenman. Tujuan dari FreeBSD adalah menyediakan software yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. FreeBSD sendiri dikembangkan dari 386BSD sebuah proyek pengembangan BSD OS yang berjalan di atas Chip Intel.


Kelebihan :
-Virus/Spyware yang menyerang sedikit.
–Banyak terserdia aplikasi dan program gratis.
–Relatif mudah dikustomisasi (diutak-atik) secara bebas.
-Multiuser.
Kekurangan :
-Relatif sulit penggunaannya, karena masih text base dalam meng-command.
-Dibandingkan Windows, GUI pada FreeBSD masih kurang.
-Bagi para gamers, game sistem operasi ini sangat sedikit.
Beberapa fitur :
-Sebuah dukungan yang luas untuk berbagai aplikasi jaringan dan protocol.
-Peningkatan manajemen penyimpanan, kerangka menyediakan fitur lengkap seperti RAID, Enkripsi Disk Penuh dan rangkaian drive.
– Peningkatan keamanan dan perangkat tambahan.
– Beberapa arsitektur dukungan.
– Luas gudang software gratis dan aplikasi yang dapat didownload secara gratis.
– Linux kompatibel.
8. Ubuntu Linux
Dikembangkan oleh Canonical Ltd yang menawarkan dukungan Long Life untuk para penggunanya. Dimiliki oleh Layak Shuttle Mark.
Fitur utama :
– Meliputi hampir semua pengguna dari berbagai kepentingan dan kebutuhan.
– Mendukung Cloud Computing.
– Sangat aman dan efisien.
– CD gratis yang dikirim oleh Canonical ke alamat Anda yang merupakan strategi inovatif untuk mempopulerkan Ubuntu.
– Tersedia dalam berbagai rasa yaitu: Kubuntu, Ubuntu, Xubuntu.
– Server dan Desktop yang tersedia Editions
– Versi baru akan dirilis setiap 6 bulan oleh Canonical
– Dibundel dengan software banyak seperti OpenOffice.org, Empati Transmisi Firefox dan GIMP.
– Sangat dijaga kolam software gratis yang dapat didownload dan diinstal melalui Ubuntu Software Center.
9. Chrome OS
Chrome OS adalah Sistem Operasi besutan Google yang ringan dan berbasis Linux dan standard web untuk personal computer PC. Google Chrome bekerja dengan metode Windowing atau switching (Multi-Tasking). Google Chrome OS menggunakan standard web HTML 5, yang merupakan pengembangan software di browser yang berbasis Sistem Operasi. Jika dilihat-lihat, Chrome OS ini merupakan gabungan dari Linux dan Windows Vista. Chrome OS dirilis pada pertengahan 2010.

Minggu, 13 Januari 2019

perkembangan sistem operasi open source

Perkembangan Sistem Operasi Open Source
Ada berbagai macam open source namun pembahasan kali ini lebih ke sistem operasi yang berbasis open source. Ada yang tahu gak apa itu open source ?
Open source merupakan istilah yang digunakan pada software atau perangkat lunak yang kode programnya telah disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dapat dikembangkan lebih lanjut serta untuk disebarluaskan. Apabila si pembuat program melarang orang lain untuk mengubah atau menyebarluaskan programnya, maka program tersebut tidak dapat dikatakan open source, meskipun tersedia kode programnya.

Open source itu merupakan salah satu syarat bahwa suatu perangkat lunak dapat dikatakan "free software". Free software pasti open source software, hanya saja open source belum tentu free software. 
Perkembangan Sistem Operasi Open Source
Salah satu contoh free software adalah Linux. Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlinsensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD merupakan salah satu dasar untuk membuat sistem operasi Mac OSX. Sistem operasi Mac OSX ini merupakan sistem operasi yang tidak open source. cek daftar open source disini.

Penulis juga pernah membaca disuatu ebook. Mulai tahun 1994 - 1995, server-server yang berada di ITB mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD disini merupakan sistem operasi open source dan tanggug untuk keamanan jaringan maupun server. Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Groung atau bisa disingkat dengan CNRG ITB telah menyukai laptop Mac denagn sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain. Istilah open source sendiri baru dipopulerkan pada tahun 1988. Namun, sejarah piranti lunak open source sendiri bisa ditarik jatuh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium komputer di universitas dan lembaga pendidikan lainnya di Amerika pada tahun 1960-1970 an. 
Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat di mana mereka dapat bertukar kode program dan setiap orangnya dapat memodifikasi program yang telah dibuat oleh orang lain sesuai dengan kepentingannya pribadi. Kemudian hasil modifikasinya tersebut juga mereka sebarkan ke komunitas lainnya.
Perjalanan Perkembangan Open Source Selanjutnya
Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas lainnya tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibarnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020 yang memiliki sistem operasi sendiri dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem operasi ini.

Karena itulah pada Januaru 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak dapat mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Tahun 1985 berliau mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation. Tujuan utama dari berdiri organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. Dengan FSF Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak, seperti : gcc, gdb, emacs dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan piranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSF-nya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. Ada beberapa penyenan kegagalannya, salah satunya adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.

Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 Universitas Helsinki, Finlandia mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Ada yang tahu sosok siapakah dia?
Perjalanan Perkembangan Open Source Selanjutnya
Yups, benar sekali :) Bapak Linux atau Linus Torvalds.
Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka lainnya untuk dikembangkan bersama. Komunitas Linux ini terus berkembang di mana kemudian akhirnya melahirkan banyak distribusi-distribusi Linux lainnya yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu Kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSe, Mandrake, Slackware, Debian dan lainnya. Beberapa dari distribusi di atas ada juga yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunannya sendiri, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux, Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros dan lainnya.
FSF atau Free Software Foundation selain perangkat lunak adalah lisensi GPL atau GNU Public License, dimana lisensi ini memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakannya dan melihat, memodifikasi dan mendistribusikan kode programnya dan juga sebagai jaminan kebebasan untuk hasil modidikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.
Perjalanan Perkembangan Open Source Selanjutnya
Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat pula minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk dibagikan seperti Linux dan GNU tersebut, dan juga untuk meningkatkan kebutuhan yang mendefisinikan jenis peranti lunak tersebut.

Akan tetapi terminologi free yang dimaksud oleh FSF tersebut menimbulkan banyak persepsi dari setiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksudnya di dalam GPL itu sendiri, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi. Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh. Kondisi ini mendorong munculnya termonologi open source dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI atau Open Source Initiative, yaitu suatu organisasi nirlaba yang mendorong Eric Raymond dan timnya. Beberapa contoh daftar distribusi Linux yang didukung oleh Free Software Foundation ditunjukkan seperti pada tabel berikut ini :
Perjalanan Perkembangan Open Source Selanjutnya